BERSYUKUR SETIAP SAAT
Namaku :
Muhammad Fahmi Kurniawan
No Peserta ku : 13-101-052
Dari
begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah
berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima
kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati? Mungkin bisa
sampai 50 samoai 100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak praktis
kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali dan
satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja: dengan berterima kasih
dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan
mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihat
segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam
setitik di dalam putih bersih.
Dengan selalu mengingat kelmpahan kita, otak kita
mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan.
Maka, semua perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri
kita sebagai personifikasi dari sukses.
Lantas, sampai kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat
demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam,
namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala factor
eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan dating dengan
sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal
uang maupun sumber daya apapun. Intinya hanya satu, yaitu kemauan keras untuk
mengubah diri. Jangan pikirkan”pahala” yang Anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap
nasib akan berubah dalam sekejap. Yang
jelas, dengan mengucapkapkan
terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung
saja sudah merupakan jembatan kita ke dalam hati orang itu.
“Terima
kasih” tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
dengan senyum lebar dan hati yang sedikit lebih lembut dari pada sebelumnya.
Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa membantu kita semua dalam
memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi,
jika ada keragu-raguan dan ke-engganan
untuk berterima kasih dan bersyukur
dalam skala dan frekuensi luar bisaa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda
untuk menjadi personifikasi dari sukses itu sendiri. Amin…
18.16
Seng Penting Nulis :D
0 komentar :
Posting Komentar